🗣️ E n a m

921 Kata
Aku dan Pak Prima seriusan ngerjain tugas. Aku di-push sampai akhirnya laporanku selesai. Dia mengiming-imingi bahwa jika aku bisa menyelesaikan laporanku malam ini, dia akan mengajakku untuk jalan-jalan besok, sepulangnya dari kampus. "Pak," ucapku sambil melirik ke arah jam tangan, "masih jam sebelas malam. Pulangnya besok ajalah. Biar Ayah khawatir." Pak Prima memasukkan laptop ke dalam tasnya kemudian dia menggeleng. "Pulang. Sekarang." "Pak," ucapku merenggek. Dia hanya terdiam kemudian dia menarikku untuk keluar dari cafe. Ketika sedang membuka pintu mobil, aku baru teringat motorku yang masih terparkir di minimarket. "Pak, motor aku. Gimana?" Pak Prima yang baru saja menaikkan satu kakinya ke mobil seketika dengan cepat dia menaikkan sebelah kakinya lagi. "Yaudah, ayo kita ambil berdua. Kamu jangan sendirian, takutnya kabur." "Pulangnya?" "Pakai motor." "Mobilnya?" "Titip di sana." Aku tersenyum dan langsung naik ke dalam mobil. Begini kan enak. Biar Pak Prima aja yang berkorban. Biar fortuner hitam dengan seri terbarunya aja yang dia titipkan ke parkiran minimarket. Motor beat-ku jangan. Sesampainya di minimarket tadi, Pak Prima bergegas mengendarai motorku dan tentunya aku dibonceng olehnya. "Pak," panggilku saat di tengah perjalanan. "Ya?" Aku melirik sekilas ke arah jam tangan. Pantas saja udara terasa sangat dingin soalnya sekarang sudah tengah malam. "Aku kedinginan." "Apa?" "Aku kedinginan, Bapak." Tanpa diminta, Pak Prima meminggirkan motor yang sedang dia kendarai kemudian pria itu membuka jaketnya dan diserahkan kepadaku. "Pakai ini," perintahnya. "Aku cuma mau cerita aja kalau aku kedinginan. Bukan mau kode biar dikasih jaket." "Pakai," ucapnya kali ini dengan nada yang lebih tegas. Aku memandang ke arah jaket hitam itu kemudian mengambilnya dan memakaikannya di tubuhku. "Sudah?" tanyanya yang langsung aku respons dengan anggukan kepala, "kita jalan lagi." Kami melanjutkan perjalanan dan setibanya di rumah, aku dan Pak Prima masuk ke dalam bersama-sama. Pria itu pamit lebih dahulu untuk masuk ke dalam kamarnya, sedangkan aku berjalan ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarku. °•° "Terus gimana? Kita ke kampus boncengan gitu?" tanyaku dengan sebelah alis yang menukik. Perkara mobil fortuner-nya yang masih ada di parkiran minimarket, dia jadi enggak punya kendaraan untuk pergi ke kampus. Kalau pakai taksi atau kendaraan umum, takutnya enggak keburu, sedangkan saat ini waktunya mepet dan dia enggak mau terlambat datang ke kelas untuk kedua kalinya. "Ya mau gimana. Harus begitu, soalnya saya butuh." "Kalau ketahuan gimana sama yang lain?" "Enggak." Aku menarik napas berkali-kali sebelum akhirnya aku naik ke atas motor dan memasrahkan diri jika ada temanku yang melihat aku dibonceng oleh dosen ini. Ketika sampai di kampus, Pak Prima memilih memarkirkan motor di area yang cukup sepi, area yang cukup jauh dari gedung. "Sampai bertemu di kelas ya." Aku bergumam dan kemudian kami memilih jalur yang berbeda untuk sampai ke kelas yang sama. Sesampainya di kelas, semuanya berjalan biasa-biasa saja. Pak Prima mengajar mata kuliah fisiologi hewan. Saat ini dia tengah menjelaskan tentang nutrisi hewan. Aku dan mahasiswa lain mendengarkan dengan seksama. Sesekali kami menulis apa yang pria itu jelaskan. Ketika ada yang perlu ditanyakan, kami juga melemparkan pertanyaan dan kemudian berdiskusi bersama. Ketika jam mata kuliahnya berakhir, Pak Prima mengirimkan pesan singkat kepadaku. Dia mengatakan bahwa setelah seluruh mata kuliahku selesai, aku diminta untuk langsung pergi ke cafe depan kampus. Aku hanya membalasnya dengan emoticon jempol. Tiga jam kemudian, setelah mata kuliah keduaku selesai. Aku langsung bergegas untuk ke cafe yang diminta Pak Prima. Aku sempat melirik ke arah parkiran cafe itu, motor beat-ku sudah terparkir di sana. Dia kan mau ngajak aku jalan-jalan hari ini. Masa cuma di cafe. Lagi juga kenapa harus cafe depan kampus. Mencari bahaya aja dia. Enggak pikir panjang. "Kenapa, Pak?" Pak Prima tidak menjawab. Dia langsung menyerahkan helm dan kemudian berjalan ke arah luar. "Ayo, pergi." Senyum kecil langsung terbit di bibirku. Benaran diajak jalan-jalan. Kayanya perjalanan juga agak jauh, soalnya dia memintaku pakai helm. "Ke mana?" "Ke rumah." Senyumku mendadak tenggelam. Aku lagi-lagi menarik napas dan kemudian kami berdua berboncengan untuk pulang ke rumah. Di sepanjang perjalanan aku terdiam, mengamati jalan yang kami lalui. Kok kayanya bukan arah ke rumahku. Kok jauh banget. Rumah aku enggak sejauh ini. "Pak, ini kita mau ke mana sih?" "Ke rumah," jawabnya. "Kita udah satu jam di perjalanan. Rumah aku enggak sejauh ini." "Mau ke rumah saya." Hah? Aku melongo. Bisa-bisanya aku mau diajak ke rumahnya. "Bapak mau aneh-aneh ya sama saya?" "Pikiran kamu yang aneh-aneh. Saya udah dapat izin dari Ayah kamu untuk membawa kamu ke rumah saya." Aku mengangguk dan satu pertanyaan seketika muncul dipikiranku. "Terus kita mau ngapain ke rumah Bapak?" "Banyak nanya kamu," jawabnya. Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a. Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853) Terdiri dari: Full E-book (Lengkap) Total 71 Part ; 329 Halaman Hanya dengan Rp56.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu. Cara Pembelian: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ My Lecture My Housemate _ TheDarkNight_) 3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp56.000. 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka". Jika ada pertanyaan boleh chat admin aku 085810258853 Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN