ERLAN & RANIA [16]

1050 Kata

Perlahan-lahan sepasang mata itu mulai terbuka. Lampu LED dan langit-langit platform menjadi objek pertama yang Rania lihat. Dia mulai menggerakkan jari jemarinya perlahan. Dapat Rania rasakan adanya kehadiran seseorang di sisi kanannya. "Mommy ...," sebutnya dengan suara pelan. Dalam satu kali lihat, Rania langsung mengenali sosok wanita dewasa yang sedang duduk terlelap itu. Gerakan yang Rania lakukan, akhirnya mampu menyadarkan Desi dari tidur singkatnya itu. "Sayang." Secepat mungkin, Desi mengendalikan pikirannya supaya kembali ke alam nyata. "Kamu sudah bangun, Sayang? Maafin Mommy, ketiduran tadi," sambungnya yang disertai senyuman tipis kepada menantu satu-satunya itu. "Enggak apa-apa, Mom. Seharusnya yang minta maaf tuh, Rania karena udah bikin Mommy cemas." "Kamu jangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN