Lalu lintas tidak terlalu padat sore ini sehingga Vivi tidak memerlukan waktu lama untuk tiba di kediaman kedua orang tuanya. Dia langsung masuk begitu saja setelah pintu depan dibukakan Bunda Valerie, terus menuju kamarnya tanpa menyapa atau berbicara sepatah kata pun. Valerie yang sudah sangat mengenal putrinya hanya mengembuskan napas pelan dan menggelengkan kepala. Tidak mungkin Vivi bersikap seperti ini kalau tidak terjadi apa-apa, pasti dia bertengkar lagi dengan Bara. Kerutan di dahinya mereda. Valerie menutup pintu, menguncinya sebelum menyusul Sang Putri. Mereka perlu berbicara, atau setidaknya saling menyapa. Dia tidak akan meminta putrinya untuk bercerita sekarang. Kalau sudah siap dan merasa perlu, Vivi pasti akan menceritakannya sendiri. Bara hanya menceritakan semuanya seca

