"Aku minta maaf sama kalian berdua, karena aku kalian hampir pisah," ucap Reina dengan kepala tertunduk. "Aku nggak tau apa yang ada dalam pikiran aku kemaren itu, yang pasti aku udah salah. Aku sadar nggak semuanya bisa aku milikin, masih banyak hal-hal di luar sana yang sudah memiliki pemilik, dan yang pasti nggak bisa gue milikin." Bara mendengarkan sambil mengamati ekspresi Reina secara keseluruhan. Seperti seorang pembaca ekspresi profesional, padahal ia tidak mengerti apa-apa tentang segala jenis ekspresi itu. Ia hanya mengikuti insting dan sedikit pengalamannya. Dari yang terlihat Reina tak tampak berbohong, perempuan itu jujur, di matanya tampak. Meskipun Reina terus menundukkan kepala tapi sesekali dia mengangkatnya, di situ tampak semua kebenaran. Vivi yang duduk di sebelah Ba
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


