Sarapan pagi ini Vivi terlihat lebih bersemangat. Makannya juga lebih lahap, tentu saja karena Bara yang menyuapi. Pria itu memaksa untuk sarapan bersama di meja makan. Ia kasihan pada Revan dan Anton yang sudah diusahakan. Bara sadar kelakuannya seperti anak kecil dan sangat beresiko, tapi kalau tidak seperti itu Vivi tidak akan memaafkannya. Ia tidak memiliki cara lain untuk membujuk istrinya, hanya cara seperti itu satu-satunya yang terlintas. Meskipun berbahaya, tapi ia yakin kalau Vivi pasti akan luluh. Lagipula sudah terbukti kalau dirinya tidak bersalah. Vivi seperti tadi malam karena bawaan calon bayi mereka. Ia sangat yakin hal itu. "Udah kenyang!" Vivi menggeleng, menolak sendok berisi spaghetti yang disodorkan Bara ke depan mulutnya. "Beneran?" tanya Bara tak yakin. Tadi Vivi

