Gabriel terkejut mendengar suara arabel seperti itu, di depan ruang rawat inap Isabel dia menghentikan langkahnya dan terkejut dengan suara arabel yang begitu. Gabriel lalu membuka pintu dan menatap ibunya dengan tatapan marah. " Ibu, kalau ibu mengucapkan hal seperti itu, sama saja Ibu tidak menghargai aku titik bayi yang dalam kandungan Isabel adalah Bayiku titik aku bisa memastikan itu semua titik kalau Ibu tidak percaya Baiklah, aku tidak akan lagi mau ke Paris. " arah bola ketika panik mendengar suara Gabriel yang seperti itu, dia tidak mau jauh dari anaknya karena dia sungguh mencintai Gabriel. "Tidak bukan itu maksud ibu, maksud ibu Dia perempuan yang kurang pantas untukmu." Gabriel tersenyum miring mendengar ucapan Arab Bel, dia menatapku dengan tatapan Jengah dan marah. "Sudah ya

