Bab 7

1028 Kata
Amanda menghela nafasnya, akhirnya dia merasa jika Jones sedikit lebih manusiawi hari ini matahari sangat cerah, dia melihat tas yang dia bawa Sudah usang dan harus ganti lagi. Amanda sebenarnya lulusan sarjana, tetapi lowongan sarjana akhir-akhir ini sangat sulit ditemukan kan akhirnya dia juga pasrah untuk menjadi office girl di kantor Jones walaupun digaji hanya Rp2.500.000 setidaknya dia masih ada pemasukan daripada tidak melakukan apapun. Amanda masuk ke dalam kantornya dia menguatkan dirinya bahwa dia sanggup. Dia Lalu masuk kedalam pantry dan mencari-cari kopi untuk disiapkan ke Jones tapi rupanya kopinya habis. Akhirnya berjalan ke supermarket di samping kantor. Di sana dia melihat ada Mario sedang mengantri di kasir titik saat Amanda melewati Mario lelaki itu menyapanya." Amanda kamu Amanda kan? Kamu pegawai di kantor Kak aku kan perempuan yang kemarin kan? "Amanda tersenyum dan mengangguk." Iya betul aku pegawai di kantor Kakak kamu, Oh ya ya aku pergi dulu membeli kopi ya Kopi habis di pantry. " Mario mengangguk dari tadi dia menatap Amanda dan matanya tak pernah bisa lepas dari Amanda Amanda sangat cantik dan menawan di mata Mario titik Mario tidak jadi mengantri di kasir, setia menemani Amanda untuk membeli kopi. "Kopi apa yang akan kamu beli? Sebenarnya ini kopi kesukaan kakakku. "Mario mengambil Salah satu merek kopi lalu menaruhnya di keranjang belanjaan Amanda titik-titik Iya terima kasih sudah memilih kan. Saya pamit dulu. " Mario mencegah Amanda untuk pergi dia tersenyum menatap Amanda. "Kenapa terburu-buru? Bukankah lima menit lagi jam istirahat? Bagaimana kalau kita makan bersama? " Amanda sebenarnya ingin menolak ajakan Mario, tapi di hati juga tidak enak kalau menolak Mario apalagi Mario itu adik dari bosnya sendiri. "Baiklah kalau kamu mau ngajak makan siang tunggu dulu ya aku mau membayar ini. "Setelah mereka keluar dari supermarket, Mario mengajak Amanda untuk makan kan di restoran samping. Mario duduk dan dia mempersilahkan untuk Amanda juga duduk dihadapan dia titik Amanda sebenarnya rasanya canggung, karena dia hanya office girl di sini. Dia merasa canggung karena Mario menatapnya dengan Intens. "Jadi boleh dong perkenalkan nama kamu terus kamu lulusan dari mana atau bagaimana just want to share something with you. Aku mau kamu ceritain tentang hidup kamu, kita bisa jadi teman loh walaupun aku Itu adik dari bos kamu. " Amanda tersenyum senang, Mario seperti orang yang peduli dengan dia dan tidak pernah memikirkan soal status ataupun jabatan titik sepertinya Mario berteman dengan siapapun. " ya namaku Amanda, aku aku bekerja di kantor kakakmu karena aku tidak memiliki pilihan lain, sebenarnya ceritanya cukup unik tapi akan panjang jika di ceritakan. " mereka tersenyum dia lalu memberikan buku menu makanan kepada Amanda. "Silahkan memesan Amanda ladies first kan tanya " Amanda lalu menerima buku menu itu dan membaca satu persatu menu makanan. Dia menghitung-hitung uang gajinya hari ini dan rasanya sangat mewah Jika dia membeli makanan di sini titik Amanda bingung harus memilih makanan apa. "Sudah makan saja biar aku yang mentraktirmu, itung-itung merayakan karena kamu pegawai baru di sini. " Amanda tersenyum menatap Mario dan berterima kasih. "Sebenarnya aku lulusan sarjana, tapi karena tidak ada pilihan lain aku bekerja di kantor kakakmu titik Aku lulusan sarjana manajemen. " Mario terperangah dengan ucapan Amanda, Dia kira Amanda hanya lulusan SMA. " Ya ampun, Benarkah? Harusnya kamu tidak berada di posisi itu titik Astaga apa Kak aku tidak tahu kalau kamu lulusan sarjana? " Amanda menghilang tidak tahu. "Aku rasa waktu itu yang memasukkan Aku di kantor itu bagian HRD Jadi mungkin Kakak mu tidak memeriksanya atau bagaimana tapi tidak apa-apa, waktu itu yang ada hanya lowongan pekerjaan itu Jadi bagaimana ya aku sendiri bingung. " "Kalau begitu bertahanlah sebentar, ya nanti kalau bisa biar aku ceritakan kepada kakak mu Siapa kamu sebenarnya. Oh ya boleh kita bertukar nomor telepon? Biar nanti aku yang menghubungi kamu untuk dipanggil interview bebek kirim ke aku CV kamu melalui w******p ya." Amanda mengangguk berterima kasih kepada Mario, dia senang jika Mario bisa membantu dia. "Wah terima kasih banyak Mario, aku tidak banyak berharap tapi aku berdoa saja semoga saja memang aku bisa masuk ke kantor kakakmu jadi di iya setidaknya staff admin atau apa yang sesuai dengan jurusan ku. "Mario mengganggu Dia Mengerti bagaimana perasaan Amanda dan dia juga akan berusaha lebih keras merayu kakaknya agar bisa menerima Amanda. Amandha menghela nafas lega karena ada Mario, setidaknya Jika dia bisa diterima sebagai staff admin atau pekerjaan yang jabatannya lebih tinggi daripada yang sekarang dia pasti bisa mendapatkan uang lebih banyak dan juga menabung untuk membeli rumah sendiri. "Berapa kamu sangat putus asa? Padahal kan ada banyak lowongan kerja sarjana Sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" Amanah tersenyum mendengar ucapan Mario. " Iya sebenarnya aku butuh uang sekali bukan karena apa-apa tapi karena memang untuk menyambung hidupku. " "Tapi kamu hebat, mau melakukan apa saja asalkan mendapatkan uang yang halal dan upeti setelah makan Mario lalu kembali mengajak Amanda untuk ke kantor. Sampai di kantor Jones menatap tajam Amanda dia Lalu masuk ke pantry dan menutup pintu pantry Jonas ingin berbicara empat mata dengan Amanda titik anabatic habis dari mana kamu Kenapa lama sekali kembali ke kantor? Lalu dimana kopiku, akan sudah mengatakan buatkan aku kopi di pagi dan siang hari tidak kenapa tidak ada di meja ruanganku? Seharusnya kamu bekerja lebih rajin kalau kamu juga meminta uang gaji harian. Kenapa kamu malas-malasan hah? Apa kamu sakit lagi? "Amanda menggeleng," Maaf Pak, saya tadi habis makan diluar tapi ini saya sudah membelikan kopi untuk bapak, fotokopinya habis jadi saya harus belikan yang baru. Kalau begitu saya buatkan dulu ya Pak, maaf karena terlambat. " Jones menghentikan tangan Amanda yang membuat kopi, dia menatap tajam lagi Amanda. "Sudahlah! Tidak perlu kamu buatkan aku kopi! Sudah lupakan saja kopinya taruh saja! Aku sudah membelinya di kofibrik tadi lain kali jangan diulangi kalau kamu terlambat menyediakan aku copy! "Amanda menunduk meminta maaf lalu Jonas keluar dari ruangan dan membanting pintunya. Amanda menghela nafasnya kasar dia tidak mengerti kenapa Jonas bersikap sangat jahat seperti itu. Mario diam-diam lalu masuk kedalam pantry dan menepuk pundak Manda. "Sabar ya Amanda, sikap kakakku Memang Jahat begitu tapi dia sebenarnya orang yang baik. Kakakku itu sangat menyukai pekerjaannya, Jadi kalau sampai dia mengalami masalah bisa bisa semua orang jadi imbasnya. "
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN