Kelvin berdiri lalu berlari mendekati Raisya yang tengah meringkuk ketakutan, dia memeluknya berusaha menenangkannya. Kelvin sangat tau bagaimana perasaan istrinya saat ini. Dia pasti sangat syok. "Sayang, hei? Kamu nggak papa kan?" Tanya Kelvin dengan rasa khawatirnya. Raisya masih diam ketakutan, memeluk Ayla erat-erat, jujur, dia takut kalo penjahat itu justru menyakiti anaknya atau mengincar anaknya. Tubuhnya yang masih gemetar, hatinya mulai sedikit tenang saat Kelvin memeluknya "Sayang kamu yang tenang, oke? Kamu nggak papa kan? Anak kita juga nggak papa kan?." "Aku takut kak. Aku takut." Jawab Raisya dengan nada gemetar. Kelvin mengusap bahu Raisya "Kita pulang." lalu menuntunnya untuk berdiri dan pergi meninggalkan taman itu "Semua akan baik-baik saja." Imbuhnya lirih. ***

