Rencana Rasuk

1861 Kata

Malam terasa lebih hening di komplek gedung 3 kali ini, mungkin karena tidak ada suara tertawa cekikikan dan teriakan tuyul kembar seperti biasanya. Malam kian terasa semakin sunyi saat terdengar nyanyian jangkrik semakin ramai. “Mengapa sepi sekali malam ini rasanya, padahal dentang bel tengah malam sudah sekitar setengah jam lalu berbunyi. Ke mana perginya makhluk-makhluk di sini? Ditambah lagi enggak ada Meylan di sini.” Pocong Pink  Polkadot melayang menuju kursi yang biasa dia duduki dengan Meylan di bawah pohon mangga, tetapi tidak ditemukan yang dicarinya. Di sana hanya ada Pocong Neneng yang sedang asyik bermain dengan Norma. Mereka duduk di atas dahan pohon mangga yang membentuk huruf U tepat di atas kursi yang biasa diduduki Hantu Bungkus itu. “Cari siapa, Bang?” sapa Neneng s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN