Motor Aldi memasuki gerbang perumahan tempat tinggal Salya, seorang security mengangguk hormat saat sebuah bunyi klakson dihadiahkan kepadanya. Sehabis Magrib jalan-jalan di perumahan ini lebih ramai dari pada beberapa malam lalu saat dia mengantarkan Salya pulang. Nampak sepasang laki-laki dan perempuan baru saja pulang dari masjid, mereka berjalan beriring-iringan sambil sesekali bercanda. “Kakak lapar enggak?” tanya Salya dari jok belakang motor. “Kenapa?” Aldi menolehkan kepalanya sedikit ke sebelah kanan, nampaknya dia tidak mendengar apa yang dikatakan oleh gadis itu. “Kakak mau makan?” “Makan? Aku enggak lapar-lapar amat sih, Salya.” “Oh, begitu. Berarti makannya jangan nasi, bagaimana kalau mie ayam atau bakso?” “Boleh tuh, ide bagus.” “Nanti di tempat langganan aku

