“Bang, di sini? Enggak pulang?” tanya Mahanta yang baru naik hendak menuju kamar untuk istirahat saat menemukan Satya bertelanjang d**a sedang duduk sambil menikmati cerutu yang terbakar diujungnya, menyala setiap kali ujungnya terisap antara bibir itu. Malam itu, Satya tidak jadi pulang ke apartemen. Setelah sempat menghadap Hamish, untuk menjelaskan rutinitas baru putrinya yang memulai belajar bela diri dasar, ia memilih tetap tinggal, akan tidur di kamar yang disediakan. Kebetulan Mahanta juga. “Besok Nona Hansika jadwal berangkat pagi, jadi sekalian saja saya menginap.” Mahanta memberi anggukan, duduk di kursi terakhir yang kosong. Satya terbilang yang paling jarang izin kecuali seperti kejadian beberapa waktu lalu, diminta bosnya. Satya dan Pak Hamish tidak bisa sembarang mencari

