Kendra Leif duduk bersama jajaran para menteri dalam acara yang ia hadiri siang ini, menghormati orang nomor satu di negaranya yang sedang bicara di belakang podium. Serius, pun ada kata-kata patahan yang membuat ruangan sesekali terdengar bergemuruh kompak dengan tawa. Tidak ada yang menduga, seorang mantan Jenderal yang terkenal dengan sikap agresif dan kerasnya kini lebih manusiawi untuk menghapus citra masa lalu, dan mengambil hati rakyat-rakyat kecil. Acara penting yang juga dihadiri para pengusaha ternama, paling punya pengaruh dan kedekatan dengan pemerintah. Tatapan Kendra menyapu sekitar, kemudian ikut berdiri saat orang nomor satu itu mengakhiri pidato, menyalami beberapa tamu kehormatan. Matanya terhenti saat jabatan tangan itu erat dan ramah terhadap pebisnis yang mengurus sa

