Satu Sama Meresahkan

2101 Kata

Hujan terus mengguyur membuat desa sempat terisolir karena kapasitas air sungai yang tidak terbendung hingga menutupi satu-satunya akses ke kota. Hansika dan tim mencoba tenang, masih ada persediaan makanan dan obat-obatan juga. Namun, tiba-tiba listrik mati membuat malam ini tanpa penerangan, selain mengandalkan senter pun lampu minyak tanah yang dipinjamkan warga. Kini listrik sudah kembali hidup. Tinggal di desa seperti ini, membawa Hansika merasakan kehidupan yang seperti tertinggal jauh dari kesehariannya di rumah sendiri. “Bagaimana Satya?” tanya Hansika menghampiri Satya yang kembali dengan Pak Krisna dan tim lainnya. Sejak pagi mereka bersama warga ke dekat sungai besar untuk melihat kondisi jembatan. “Air sudah agak surut, jembatannya sudah bisa dilalui. Syukurnya tidak ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN