Penolakan Keras [2]

2102 Kata

“Aku memang ingin menemuinya,” kata Hansika dengan berani. Ia lalu berdiri di sampingnya, Hansika menatap pria paruh baya yang kini diketahuinya ayah dari kekasihnya, duduk di depan mereka dengan sorot mata yang tajam—bukan tatapan benci yang meledak-ledak, melainkan tatapan yang penuh dengan kekecewaan mendalam terhadap sosok yang seharusnya menjadi teladan. Pandangan Hansika terhadap seorang menteri terhormat ini, sudah berubah sejak masa lalu kekasihnya terbuka. “Apa yang membawa Anda ke sini, Pak Menteri?” tanya Lea, suaranya tenang namun memiliki ketegasan yang mengiris. Tetap ada sebuah jarak yang sengaja ia ciptakan untuk melindungi martabat keluarganya dan Satya. Kendra menarik napas pendek, ia tampak sedikit gugup di bawah tatapan kedua wanita Lais ini. “Saya datang untuk urusa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN