Bonus Part 9

2931 Kata

“Aku ingin anak kita lahir ke dunia ini, di mana ayahnya tidak lagi membawa beban kebencian yang menyesakkan. Aku ingin dia tahu bahwa keluarganya, serumit apa pun itu, bisa duduk bersama untuknya. Hanya satu jam, Mas. Kalau kamu merasa tidak sanggup, kita pergi saat itu juga. Aku janji.” Satya mengembuskan napas panjang yang terdengar seperti sebuah pasrah yang sangat dalam. Ia memejamkan mata sejenak, membayangkan wajah bahagia Hansika dan masa depan anak mereka. Jujur saja menghadapi ayahnya sendiri di sebuah meja makan adalah bentuk peperangan yang berbeda, peperangan batin. Berat rasanya, tapi ia tidak bisa menolak Hansika karena itu Satya terus mengingat-ingat kalimat permohonan Hansika atas permintaannya. Hingga kini malam yang direncanakan itu akhirnya tiba. Hansika dan Svala b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN