Penawar Ego

2260 Kata

Di dalam resto yang tenang itu, Satya tidak bisa melepaskan pandangannya dari Hansika. Meskipun Hansika berusaha ceria sambil menggenggam tangannya, Satya bisa merasakan panas yang makin menjalar dari telapak tangan gadis itu. Napas Hansika terasa pendek, dan rona merah di pipinya bukan lagi karena malu, melainkan karena suhu tubuh yang meningkat drastis. "Nona, coba sup ini" ujar Satya lembut sembari menggeser mangkuk sup buntut di depan kekasihnya. Menu yang dipesankan Hansika untuknya, tapi ia merasa jika Hansika lebih membutuhkannya. Satya mengambil sendok, tapi Hansika malah memajukan wajahnya tanda ia minta disuapi. Satya tersenyum, Hansika mencoba menerima satu suapan, namun ia tidak menerima lagi. Kepalanya terasa sangat berat, seolah ditarik oleh gravitasi yang luar biasa kuat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN