Malam Pengantin! [2]

2117 Kata

Malam sudah menuju dini hari, rumah sakit terdekat dari sana pilihan satu-satunya untuk menyelamatkan Satya. Sehingga tidak bisa dibawa ke RMC. Satya harus segera dapat tindakan. “Ini akan berjalan lama,” begitulah Izz memberitahu ayahnya saat tadi tindakan langsung dipilih untuk menyelamatkan menantunya. Dokter rumah sakit sudah mengambil alih. Mereka sudah tidak peduli mengenai kejadian yang akan naik kembali jadi pemberitaan esok pagi. Tatapannya tidak berhenti pada pintu menuju ruang operasi, tanda lampu merah menggambarkan situasi tidak pasti. Antara hidup dan mati menantu laki-lakinya. Rasanya semua terjadi diluar kendalinya. Sekali pun mereka sudah berusaha menjaga. "Aku gagal mencegah hal seperti ini, sampai akhirnya terjadi!" Gumamnya berulang kali. Entah bagaimana Nando

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN