Gambaran Nyata

2161 Kata

“Bisa saja bilang jangan terlambat, sendirinya buat aku tunggu dua puluh menit!” Protes Pasha, Satya terima saat mendekatinya yang sudah menunggu. Pasha sendirian, sudah lebih dulu memesan makanan dan mulai makan. Satya mengambil tempat di depannya, tenang santai tanpa merasa bersalah sudah membuat Pasha menunggu. Baru sekali, biasanya ia yang harus menunggu Pasha, “kamu yang datangnya lebih cepat.” “Ck! Enggak mau dibilang telat saja.” Omelnya. Satya memesan makan malamnya, Pasha santai lanjut makan. “Jadi melatih kembarannya Nona Hansika untuk tanding sama Nando?” Dia langsung penasaran mengenai ini. Satya memberitahunya perihal yang terjadi dengan keluarga Lais. Kepala Satya mengangguk, dia mengambil gelas Pasha lebih dulu. Minum karena haus, menunggu pesanannya lama. “Iya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN