Jika ada masalah dalam keluarganya, sering kali mereka pilih bicara yang rasanya seperti sedang disidang secara pribadi. Bukan cara sambil meninggikan suara, seringnya didudukan berhadapan, dan diberikan banyak pertanyaan lalu, diberi kesempatan menjelaskan. Seperti itulah tradisi di keluarga Lais sejak jaman Eyang-Eyangnya. Kini apa pun yang terjadi, Hansika sudah siap menjelaskan setelah memastikan luka Satya juga tidak parah. “Kamu tetap di sini, Satya. Walau setelah ini, ada bagianmu tersendiri. Urusannya dengan saya.” Papi langsung bicara setelah beberapa saat diam, sekembalinya Papi bersama Mami dan Uncle Halim. Baru mereka saja, belum seluruh keluarga Lais. Hansika yakin, besok pun seluruh keluarganya sudah tahu, kecuali mungkin Eyang yang perlu diberitahukan pernikahan Hansika

