Akira membanting pintu ruangan Liam dengan kasar dengan gerutuan yang teredam oleh pena yang diapit oleh jejeran gigi putih bersihnya sementara ia sibuk membolak balik tumpukan kertas ditangannya. "Selamat Siang, Nona." Akira hanya mengangguk sekilas, membuka Lift dan kembali menggerutu saat benda kotak dari baja itu membawanya menuju lantai 14. Ting! Dentingan nyaring itu membuat Akira melesat dengan cepat keluar dari sana, mendesis kesal pada siapapun yang berani menghalangi jalannya. "Selamat Siang, Nona." Seisi ruangan mengalihkan perhatiannya pada Akira, terlihat begitu terkujut dengan kedatangannya. "Oh s**t!" "So f*****g sexy." "Aku ingin menjadi penanya." "Dimana Manager kalian?" Akira mendesis tajam, melemparkan tatapan sengit saat tidak mendapatkan

