** Akira memeluk erat tubuh yang kini bergetar pelan karna tertawa geli, menghirup dalam dalam aroma yang benar benar sangat dirindukannya. "Kau benar benar merindukanku?" Akira bergumam, bergelung nyaman diantara lengan lengan yang kini mengelus rambutnya dengan lembut. "Aku tidak merindukanmu." "Iya, aku juga merindukanmu." "Liam." Liam kembali tertawa kecil dan Akira memukul lengannya karna kesal, ia benar benar merindukan gadis kesayangannya ini. "Aku juga butuh pelukan." Suara serak itu membuat Liam mendengus kesal, menendang tubuh tegap yang kini terduduk dikursi dengan wajah mengantuk yang tertekuk dengan kesal. "Kalian benar benar tidak adil." Harry meggerutu kesal, menatap iri Akira dan Liam yang berpelukan erat dan kini melotot kesal kearahnya. "Kenapa kau belum pulan

