Ingatan Masa Lalu

1059 Kata

Bintang masih memikirkan Ariel. Rasanya tak asing melihat wajah dari laki-laki itu walaupun wajahnya sudah tak muda lagi namun, Bintang merasa dekat. Tak ada pembicaraan antara Bintang, Ariel dan Arcid semua terdiam dalam lamunan masing-masing. Arcid tak berani bertanya atau sekedar menyapa. Arcid merasa ada aura yang tak enak dari Bintang dan Ariel. Sampai di markas besar, Ariel langsung ke rumah sakit. Padahal Pratiwi sedang menunggunya di dalam markas besar. Komandan Pratiwi cemberut melihat Bintang dan Arcid. Ia yakin Ariel pasti sedang ke tempat lain. Selalu saja membuatnya kesal. Bintang dan Arcid tak mengerti dengan sikap Komandan Pratiwi yang begitu terlihat kesal. Wajahnya begitu masam dengan amarah yang ia tahan. Ariel melangkah menyusuri rumah sakit Markas Besar. Sudah lama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN