Argo pulang dalam keadaan kesal dan marah tenaganya terkuras karena berusaha mendekati Zazah dan Bintang. Ia benar-benar marah hampir 50 tahun pria ini menunggu sampai kemampuan berada di atas puncak tapi, kenyataan mereka semakin kuat. Dalam hati ia marah sangat marah perasaan dengki karena yang seharusnya mendapatkan kekuatan besar itu dirinya bukan Ronal ataupun Zazah dan Bintang. Ia sudah bekerja keras melakukan berbagai cara untuk mendapatkan kekuatan itu tapi, kenyataan tak mendapatkan apa-apa. Pria itu diam sesekali menghembuskan napas panjang. Tempat ini menjadi tempat yang paling aman dari pada di markasnya sendiri. Rumah kosong ini menjadi satu-satunya tempat di mana tak ada seorang pun yang menganggunya dengan urusan yang penting. Percuma memiliki anak buah sampai ratus ri

