"Istri Om sombong amat? Kayaknya cemburuan, ya?" Amora mengejek Denada yang menunjukkan rasa tak suka akan kehadiran wanita itu. "Sudahlah, jangan kau ambil hati." Amora menelisik wajah Hendry yang penuh luka lebam, sampai harus diinfus. Bertengkar dengan siapa lelaki tua bangka ini? kata Amora dalam hati. Ia tak ingin bertanya. Baginya, mau Hendry babak belur atau mati sekali pun, dia tak peduli. Amora hanya ingin dirinya mendapatkan Ethan. Sudah sejak lama, Amora mengidamkan memiliki suami seperti anak kandung Hendry. Hanya saja, Ethan selalu saja menolak cintanya. Padahal Amora merasa kalau dirinya cantik, seksi dan cerdas. "Kurangnya aku apa? Sampe si Ethan lebih memilih wanita lain dari pada aku? Aku jadi penasaran seperti apa wanita bernama Senja itu?" Lagi, Amora membatin. "A

