Bab 37. Masih Bimbang

1031 Kata

"Astaghfirullahalazhim," lirih, Senja ketika sambungan telepon itu terputus. Air matanya mengalir tanpa bisa dicegah. Ethan merangkul pundak istrinya, mengecup pelipis Senja. Mereka pikir, setelah Hendry di penjara tidak akan ada orang yang mengganggu rumah tangganya lagi. Ternyata ada anak buah Hendry yang masih berkeliaran. Sayangnya nomor itu langsung tidak aktif. "Kamu jangan takut, ya? Bisa jadi telepon tadi hanya ancaman saja. Ada aku yang akan berusaha terus melindungi dan menjagamu, Sayang." Senja merangkul tubuh suaminya erat. Dia tidak ingin kehilangan sosok lelaki yang membuatnya jatuh cinta. "Jangan pernah tinggalin aku lagi. Please ...." rengekan Senja membuat hati Ethan terenyuh. Sebelumnya Ethan pernah jatuh cinta tapi tidak terlalu cinta dan dicintai seperti sekarang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN