Bab 25. Keributan Tengah Malam

1061 Kata

"Aku emang berencana mau penjarakan papah. Sudah pusing menghadapinya. Kayaknya cuma itu jalan satu-satunya supaya papah enggak gangguin rumah tanggaku dengan Senja." Raga sangat miris mendengar keluhan lelaki yang sudah dianggap selayak adik sendiri. "Ya bagus. Kamu harus tegas sekali-kali, Than. Selama ini sudah cukup diammu. Tuan besar sangat kertelaluan jika masih saja mengincar menantunya. Ya sudah, aku mau keluar dulu. Oh ya, pekerjaanmu ada di folder Z. Baru aku kerjain setengahnya. Sorry, ya?" "Gak apa-apa, Bang. Aku makasih banget, Abang sering bantuin aku." "Oke." Raga keluar ruangan, meneruskan pekerjaannya, dan meninggalkan Ethan seorang diri. Ia langsung membuka folder yang baru saja dikatakan oleh Raga. Namun, baru saja Ethan membuka folder tersebut, dering handphone ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN