Ethan tidak bisa menolak perintah mamahnya. Keputusan apapun yang diambil Sonia, selalu tepat. "Mah, aku minta maaf selalu merepotkan Mamah." Sonia mengulum senyum sambil menghela napas berat. Memegang pundak anak kandungnya. "Enggak merepotkan, Nak. Mamah senang masih bisa membantumu. Udahlah, gak usah kamu merasa enggak enak begitu. Mamah baik-baik saja. Kamu mau ke kantor? Senja sudah kasih kabar?" tanya Sonia berjalan ke meja makan, menarik kursi, lalu menyantap sarapan. Ethan kembali duduk di tempat semula. "Udah, Mah. Senja telepon setelah aku salat Subuh. Katanya dia gak bisa tidur nyenyak," kata Ethan terkekeh. Sonia mengulum senyum, menggelengkan kepala. "Kasihan kalian, masih pengantin baru sudah terpisah. Kamu tenang saja, Than. Mamah akan segera menyelesaikan masalah ini."

