Lima belas menit sudah Nindy berbagi tempat duduk di halte bersama siswa-siswa lain yang juga senasib dengan dirinya, menunggu angkutan umum yang akan mengantarkannya pulang ke rumah. Sungguh satu hal yang baru pertama kali ini Nindy lakukan selama ia resmi menjadi siswa di sekolah itu. Dan setelah lama menunggu, sebuah angkutan kota akhirnya berhenti di depan Nindy. Secercah harapan muncul di benaknya, apalagi ketika melihat kosongnya penumpang yang ada di dalam mobil itu. Para siswa yang tadi duduk di samping kiri dan kanan Nindy, kini mulai berebutan untuk memasuki satu-satunya angkot yang berhenti sejak lima belas menit yang lalu itu. Begitu juga dengan Nindy. Cewek itu mulai bergegas bangun dari tempat duduknya. Namun sepersekian detik berikutnya, Nindy mengurungkan niatnya dan memu

