Suasana kelas belum terlalu ramai ketika Nindy menginjakkan kakinya di teras yang dipasangi ubin dengan keramik warna putih itu. Diangkatnya tangan kiri tempat sebuah jam kecil melingkar dengan indahnya. Pukul sembilan lebih sembilan menit, yang menyadarkan Nindy bahwa dirinya terlambat sembilan menit dari waktu yang telah disepakati. Ada sedikit rasa bersalah dalam benak cewek itu, namun mendadak hilang tentu saja karena mendapati suasana kelas yang masih sepi. Hanya ada sebagian siswa yang telah hadir, setidaknya itulah yang dapat disimpulkan Nindy setelah menghitung satu persatu wajah yang sudah tak asing lagi bagi dirinya. "Nindy! Sini.. sini.. masuk aja!" sapa Tara ramah. Cewek itu tengah sibuk dengan bingkai-bingkai berisi gambar pahlawan yang penuh debu di tangannya. "Ini taro di

