[31] Galang, Hujan dan Bel Pulang

1797 Kata

"Sekarang kalian berdiri di bawah tiang bendera itu, sampai bel pulang berbunyi!" perintah Pak Bimo, yang langsung disambut hembusan napas berat Ifah. Cewek berhijab itu otomatis memandang Nindy. "Maafin aku ya, Ndy? Harusnya tadi kamu nggak usah ngebelain aku segala..." ucapnya pelan. "Sekarang kamu jadi ikut-ikutan dihukum kan?" Satu senyuman tiba-tiba tercipta di wajah Nindy. "Udah, nggak papa. Lagian langitnya kan mendung tuh, jadi berdiri sampe bel pulang doang mah keciiil!" ujar Nindy seraya memandang awan mendung yang menghiasi langit Jakarta siang itu. "CEPAT! Malah ngobrol lagi..." komentar Pak Bimo akibat melihat kedua siswa yang tak kunjung menuruti perintahnya itu. Dengan demikian, Nindy dan Ifah segera menuju ke tiang bendera yang terletak di bagian depan lapangan upacara.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN