Aurel tersentak kaget saat dia merasakan sebuah tangan yang tiba-tiba saja melingkari pundaknya. Dia menoleh ke samping dan mendapati Deo yang sedang tersenyum manis ke arahnya. "Sedang apa?" tanya pria itu. Aurel mengembalikan pandangannya ke arah depannya. "Menunggu salju turun." "Tidak akan ada salju yang turun tahun ini." Aurel kembali menoleh ke arah Deo. "Kenapa tidak? Ini musim dingin, Kak." "Kau tidak melihat prediksi cuaca yang di siarkan di tv?" tanya Deo yang langsung di balas dengan gelengan kepala oleh Aurel. "Pantas saja," Deo mengacak rambut Aurel lantas kembali melanjutkan kalimatnya, "tahun ini tidak akan turun salju. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya." Aurel melemaskan bahunya. "Berarti tidak akan ada white christmas di tahun ini," lirihnya sedih. "Tidak apa. Yang

