Deo meletakkan kedua telapak tangannya di atas meja rias dan memindahkan sebagian bobot tubuhnya di sana. Kepalanya yang awalnya ia biarkan menunduk, sekarang ia angkat sehingga matanya langsung menyorot pada pantulan dirinya di cermin. Helaan napas panjang terdengar keluar dari mulutnya. Raut wajahnya menunjukkan garis-garis keraguan yang begitu besar. Sejak tadi, rasa takut dan ragu sudah mulai memenuhi isi pikiran dan hatinya. Pasalnya, malam ini ia akan melangsungkan pertunangannya dengan Aurel. Keyakinan yang sempat ia miliki saat ingin menjadikan Aurel sebagai miliknya, hilang entah kemana dan tak meninggalkan jejak sedikit pun sehingga membuat keraguan dan rasa takut itu berhasil menguasai dirinya. Ia kembali menghela napas panjang kemudian menundukkan kepalanya seiring dengan mat

