"Sampai kapan, Ray?" Ray mendongak, melepaskam sejenak pandangannya dari buku yang sedang ia baca. Dahinya mengkerut menatap sosok wanita berjubah putih itu. "Maksud Kak Ressa?" tanya Ray pada kakakanya. Yah, Ressa Aditya. Kakak perempuan yang satu-satunya Ray miliki. Orang tua? Mereka telah tiada. Hanya tinggal Ray dan Ka Ressa. Apa kalian bertanya mengapa ia seperti tak kehilangan? Karena Kak Ressa selalu melimpahkan kasih sayangnya kepada dirinya. Apa Ray kesepian? Oh tentu saja tidak. Ia mempunya tiga sahabat yang selalu siap untuknya. "Sampai kapan kamu mau bohongi mereka, Dek?" Ray sekarang paham ke mana arah pembicaraan kakaknya. Ia menghela napas. Disenderkan punggungnya ke kepala ranjang. "Aku gak mau mereka khawatir, Kak." Ressa tersenyum getir. Binar adiknya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


