"Gue juga sayang sama lo, Nona." Mata Ara langsung terbelak. Apakah ia berhalusinasi mendengar suara ia rindukan? "Kok malah bengong sih, Nona? Yaudah deh gue tidur lagi." Ara menatap Vando tak percaya. "Lo udah--.?" Ara tak sanggup lagi berkata. Ia pun langsung memeluk Vando. Ada perasaan lega dan bahagia yang bergejolak di hatinya. "Jangan buat gue takut lagi, Alien!" "Lo gak perlu takut, Nona, gue di sini," kata Vando sambil mengusap lembut rambut gadisnya. Ara memejamkan mata merasakan usapan Vando di kepalanya. Matanya kembali terbelak saat menyadari sesuatu. Ia pun melepas pelukannya. "Sejak kapan lo sadar, Alien?" tanya Ara curiga, karena Alien sinting itu bukan seperti orang yang baru sadar. "Sejak lo nangis sambil bilang, 'gue kangen sama lo, Alien, hiks, hiks, bangun dong

