Vando panik! Setelah menyelesaikan hukumannya, ia langsung menuju kelas gadisnya, tapi ia tak menemukan gadisnya. Ia telah periksa ke dalam kelas Ara, siapa tau gadisnya berada di dalam, tapi nihil, gadisnya tak ada juga. Vando mondar-mandir di depan kelas gadisnya. Kini pikirannya terbang ke mana-mana. "Kenapa Van?" tanya Ardo bingung saat melihat ekspresi Vando yang tak bisa dijelaskan. "Nona, gak ada," kata Vando cemas. "Coba lo telepon," sahut Bima. "Oh iya ya! Bilang kek dari tadi, Bim!" seru Vando lalu mengambil handphone-nya dari saku dan mencari kontak nomor gadisnya. "Otak lo sih kepinteran!" balas Bima jengkel. Teknologi sudah canggih, ngapain coba Vando harus capek-capek mikir sambil mondar-mandir. "Gimana?" tanya Ray. "Gak diangkat!" seru Vando semakin cemas. Ia benar-be

