-Cinta itu bukan tentang gelanyar aneh atau debaran jantung setiap kali bertemu dengannya. Cinta adalah tentang kenyamanan. Kau bisa menjadi dirimu sendiri tanpa kuatir ia akan meninggalkanmu setelah mengetahui keburukanmu.- Peter mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Ia tidak sabar menunggu kelanjutan ucapan Brandon. Brandon masih terdiam dan suasana mendadak menjadi hening dengan semua tatapan mata penuh tanya pada Brandon. “Jadi, Brand?” tanya Peter memecah keheningan. “Uhmm… entahlah. Mungkin bisa dibilang aku sedang dekat dengan seorang wanita. Ketika berbicara dengannya aku merasa nyaman. Ia mengerti semua keluh kesahku dan dia pun tak segan membagi isi hati dan pikirannya padaku. Ia bisa membuatku tersenyum di saat aku membutuhkan dukungan. Ia juga ada ketik

