“Hal yang paling berat adalah menghadapi rasa sakit itu lagi dan lagi.” Kaki Brandon menapak lantai apartemen itu lagi. Ia tersenyum lebar karena masa lalu indahnya itu akan kembali terulang hari ini. Ia naik lift hingga ke lantai 5. Begitu sampai, ia berhenti sejenak di luar lift. Ia tersenyum dan berpikir kehadirannya mungkin akan menjadi kejutan bagi Cassie. Ia berjalan menuju unit apartemen Cassie. Kini ia sudah ada di depan pintu apartemen Cassie. Ia membunyikan bel beberapa kali. Ia berdiri dengan tidak sabar. Ia bahkan sudah mempersiapkan apa yang akan dilakukannya pada wanita itu ketika bertemu. “Cass… Cass…. Ini aku, Brandon,” katanya sambil menggedor pintu itu. Ia tidak puas jika hanya membunyikan bel karena sepertinya tidak mendapatkan respon dari ora

