"Za, ada yang telpon kamu." Ucap Azel memberitahu. Zavier melepaskan pelukannya pada Azel untuk meraih ponselnya yang terletak di meja kecil samping kursi berjemur yang mereka duduki bersama. Tangan Zavier cukup kesulitan mengambilnya, ia pun tidak bisa bergeser banyak karena posisi Azel yang duduk diantara kedua kakinya sembari bersandar pada tubuh tegap yang saat ini polos, memperlihatkan perut sixpactnya. "Sayang, tolong ambilin dong," ucapnya meminta bantuan. Azel pun bangkit dan mengambilkannya. Lalu, kembali bersandar pada dadaa bidang sang suami. Payung yang terpasang kokoh untuk melindungi mereka dari matahari sudah tidak terlalu diperlukan lagi, pasalnya hari sudah semakin sore dan panas matahari tidak menyengat seperti tadi. Angin yang datang menerpa sedikit banyak membuat A

