Azel sedang bersandar dengan nyaman pada dadda bidang sang suami. Setelah berbincang mengenai beberapa hal dan berbagi cerita setelah melewati hari yang melelahkan, mereka berakhir dengan saling terdiam dalam di atas tempat tidur. TV yang awalnya menjadi tontonan, sekarang jadi yang menonton. "It's not easy, right?" Tanya Azel. Zavier hanya menjawab dengan sebuah deheman. "Kenapa sih kehidupan itu susah banget buat ditebak," Ucap Azel. Zavier mengecup kepala Azel dengan lembut, "Di sana letak hidupnya, kita melakukan yang terbaik, dan semua hal baik itu akan kembali ke kita ketika kita berada dalam waktu yang sulit," katanya. Azel tampak memainkan kancing kaos polo yang Zavier kenakan. Ia masih memikirkan Clark, apakah pria itu akan bersedih dan galau seperti remaja yang putus cinta?

