84. Cahaya dalam Kegelapan

1868 Kata

Hari sudah semakin sore, prosesi pemakaman pun telah usai. Satu persatu pelayad mulai meninggalkan area pemakanan dan tinggallah Azel yang terduduk lemas, bersandar dalam dekapan Zavier, juga Nicko yang sedang ditabahkan oleh Abhimanyu juga Nathalie sebagai besan. "Kehidupan telah memisahkan kita, kenapa? Kenapa kehidupan gak mau aku lihat Mamah?" Lirih Azel. Zavier mengeratkan dekapannya. "Gak akan ada orang yang bisa menggantikan Mamah di hati aku, lalu aku harus apa dengan kekosongan itu?" Azel kembali terisak,terdengar sangat pilu. "You can cry on me, i'm here ..." ucap Zavier dengan sebuah kecupan dalam pada pelipis istrinya yang malang itu. Azel sudah tidak bisa menahan tangisannya dan akhirnya berpaling dari pusara sang ibunda, kemudian menangis sembari memeluk tubuh Zavier, me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN