Dinginnya angin malam yang terasa lebih dingin dari sebelum-sebelumnya mulai menusuk tubuh Azel. Mantelnya tidak begitu membantu, rambutnya yang disanggul asal juga sudah diturunkan agar bisa mengurangi rasa dingin pada bagian tengkuk dan telinganya. "Harusnya aku pake hoodie biar telinga aku ikut aman." Gumamnya dengan bibir yang sedikit bergetar seraya mempercepat langkahnya menaiki teras kantor. "Selamat malam, Bu!" Sapa sekuriti yang berjaga di pintu masuk. Azel pun membalasnya dengan ramah, "Iya Pak, saya mau antar makan malam," ujarnya. Azel melangkah masuk dengan santai, di bawah sudah sepi. Mungkin di bagian lainnyapun hanya beberapa orang saja yang melakukan kerja lembur. Bahkan Azel dibuat sedikit takut untuk memasuki lift. Sejak kecil hingga sekarang, Azel percaya bahwa duni

