Acara tersebut akhirnya berakhir tepat jam 9 malam. Acara semakin meriah saat semuanya saling bersulang minuman di tengah pusaran perhatian. Arraya yang melihatnya jadi merinding. Ia bahkan melihat Adnan ikut bersulang minuman di depan sana. Ia tak menyangka jika dunia bisnis yang sesungguhnya cukup menyeramkan. Dan mungkin saja, orang akan saling tersenyum di depan, tapi sebenarnya saling menusuk dari belakang. Arraya mengambil gelas kecil yang ada di atas meja. Menunggu Adnan yang sedang ada di depan membuatnya merasa haus. Bertepatan saat bibirnya ingin menyentuh permukaan gelas, sebuah tangan besar menahannya dan menarik gelas dari tangannya. "Ini bir sayang, jangan kamu minum." Mata Raya terbelalak. "Bir?!" Adnan terkekeh, "Iya, ini bir." "Astaghfirullah Mas, hampir aja aku masuk

