"Afifah memang pernah menjadi perempuan yang sangat Mas cintai, tapi itu dulu. Afifah adalah masa lalu, Mas, sedangkan masa depan Mas sekarang adalah kamu, Ra. Kamu yang akan menjadi satu-satunya istri yang Mas punya di dunia ini." "Mas merasa sangat beruntung bisa Allah berikan jodoh perempuan solehah seperti kamu. Mas cinta kamu, Ra." "Kamu tau persamaan kamu dan bintang?" "Nggak tau, memangnya apa bedanya?" "Sama-sama bisa bersinar, walau dunia dan seisinya gelap gulita. Sama seperti kamu yang selalu bisa menerangi setiap kekurangan aku." Tangis Raya sudah tak dapat lagi dibendung. Ia melepas semua perasaannya sepanjang kakinya melangkah. Memori menyenangkan juga membahagiakan yang pernah terjalin bersama Adnan kini malah menyakitkan untuk diingat. Berbagai tatapan yang ia dapatkan

