Chapter 43

1721 Kata

“Kenapa diam? Cepat kemari!” Perlahan Leary membungkuk di lantai dan merangkak di lantai mendekati ranjang, anak itu menahan ringisannya sesekali merasakan lututnya yang masih terluka harus menekan lantai dan punggungnya yang sempat terpukul semakin panas, Hati Petri tertohok begitu dalam, begitu menyesakkan melihat bagaimana Ellis memperlakukan Leary semaunya sendiri. Dalam keraguan Petri mendekat dan berdiri di balik pintu yang terbuka. “Mana?” tanya Ellis dengan ketus. Leary berusaha bangkit dan berdiri dengan lututnya, lalu memberikan paper bag itu kepada Ellis. Tanpa sengaja, Leary melihat sebuah photo besar Ellis bersama seorang wanita. Seluruh kulit Leary meremang, kepalanya terasa pusing berputar-putar karena wanita yang berada di photo itu cukup Leary kenal. Tiba-tiba tubu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN