Satria, Evan, Julian dan Fahri tengah mencoba menu baru di kantin sekolah. Bukan makanan aneh sih, hanya saja baru didaftarkan dalam menu beberapa hari yang lalu. Seblak komplit dengan ceker ayam. Yang kini Julian tengah sibuk menyantap kaki ayam itu nikmat. “Van,” suara Satria keluar setelah dari tadi cowok itu menatap salah satu temannya intens menusuk. Evan bukannya tidak tahu diperhatikan tidak suka oleh Satria. Hanya saja, cowok itu amat sangat malas membalas atau sekedar bertanya. Tapi karena Satria menyebut namanya sekarang, Evan terpaksa menyahut. Meski hanya sebuah deheman. “Ngapain Gladys nyamperin lo di kelas?” Satria tahu Gladys memberikan pulpen, cuma yang menjadi pertanyaan sebagai penjelas, kenapa harus cewek itu yang memberikan. “Ngasih pulpen.” Evan masih fokus dengan s

