40

2060 Kata

Sean membuka matanya saat merasakan tidak bisa menggerakkan kedua tangannya. Dia melihat ada darah yang mengalir di keningnya. Darah itu menetesi celananya. Sean menghela napas panjang untuk mencari pasokan udara. Ikatan di tubuhnya yang membalut perut sampai dadanya itu cukup membuatnya merasa sesak. Kepalanya masih terasa berdenyut. Dia mendongakkan kepalanya dan melihat seseorang sedang menunggunya sadar. Sean menyipit ke arah orang itu karena dia berdiri di kegelapan. Lampu di ruangan itu hanya menyinari Sean saja.   Lelaki itu melangkah sangat pelan seolah menikmati setiap detiknya. Sean mulai sedikit demi sedikit melihat sosok lelaki itu. Sekarang lelaki itu terlihat menyeret kayu besar dengan tangannya. Sean merasa penasaran dengan orang itu sampai akhirnya lelaki itu berdiri tep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN