27

2094 Kata

Sierra berlari ke kamar Sean sepagi ini. Tidak, Sierra tidak mengira kalau Sean akan mengajaknya berlibur lagi tanpa mengatakannya lebih dulu. Para pelayan itu yang merapikan pakaian Sierra yang mengatakannya. Sierra hampir saja menabrak salah satu pelayan saat melewati lorong kamarnya. Dirinya merasa sangat senang karena bisa melanjutkan liburan. Sebuah liburan yang bukan sebenarnya.   Gadis itu langsung membuka pintu kamar Sean tanpa mengetuknya lebih dulu. Dia berlari ke arah Sean dan Marcos yang menatapnya. Sierra langsung memeluk Sean.   "Aku senang," ucapnya dengan sumringah.   Sierra segera melepaskan pelukannya karena sadar tidak ada senyum di wajah lelaki itu, "kenapa?" tanyanya dan menoleh ke arah Marcos. Mereka berdua terlihat sedang sedih.   "Tidak ada. Kau bersiap-siap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN