“Sean... kamu itu nggak boleh gitu, tahu!” gerutu April ketika mereka sudah sampai di teras rumah. “Nggak boleh gitu gimana, sih, Pril maksud kamu? Orang kayak gitu, tuh, pantesnya kamu lawan, Pril! Atau kalau enggak kamu maki balik, kek. Ini malahan cuma diem aja ditindas kayak bawang putih gitu!” sembur Sean sangat kesal. “Bukan gitu. Tapi uang tujuh ratus ribu itu banyak tahu! Tadi nyumbangnya seratus ribu aja. Nggak sayang uang, ih, kamu!” Sean terdiam mendengarnya. Mulutnya terbuka hendak berucap, namun tidak jadi. Wanita ini benar-benar.... Astaga. Ternyata yang dia ributkan bukan omongan tidak enak dari keluarga besarnya melainkan uang yang tadi diberikannya kepada Budhenya. Sean terkekeh. Dasar April si mata duitan. Tapi Sean sudah terlanjur sayang.... “Kok, kamu malah ket

