"Dek, semuanya terlalu berat untuk kamu pikirkan apalagi jika kamu membalas Ayahmu untuk semua dosanya. Apa aku salah jika memintamu untuk melupakan itu semua dan memulai segalanya denganku dari awal?" Kalimat penuh permohonan Mas Dirga membuatku membeku di tempat, aku sudah melihat banyaknya ketidakadilan dan menyaksikan orang-orang yang di paksa hancur karena sebuah kekuasaan yang di salahgunakan, tapi haruskah pria di hadapanku ini juga berlaku hal yang sama. Mataku terasa panas, air mata sudah berembun memenuhi pelupuknya membuat pandangan mataku terasa berkabut. Awalnya aku hanya ingin memanfaatkan Mas Dirga untuk membalas Kalina, merebut apa yang Kalina miliki adalah hal yang aku inginkan, sayangnya hatiku bermain pada Mas Dirga terlalu jauh, aku mengizinkannya masuk terlalu dalam

