"Tolong, aku capek banget. Bener-bener nggak kuat, awas saja kalau sampai kamu macam-macam Mas setelah semua perjalanan panjang buat bikin kita sampai di titik ini, huuuuh, aku aduin langsung ke yang punya dunia ini." Sidang BP4R telah selesai, aku bersama dengan Mas Dirga juga beberapa pasangan yang hendak menikah lainnya pun melangkah keluar, berbeda dengan mereka semua yang sumringah di temani keluarganya, maka aku justru bersandar lelah pada bahu pria tegap yang kini tertawa mendengar ancamanku. Bukan hanya Mas Dirga yang tertawa karena keluhanku tentang panjangnya proses izin menikah dengan Polisi, walaupun Ayahku seorang Polisi, trauma yang sempat aku miliki pada pria berseragam coklat ini membuatku tidak pernah membayangkan jika pada akhirnya aku akan menikah dengan pria dari prof

